Pendeta Afrika Akan Dipaksa Bersumpah

Pendeta Afrika Akan Dipaksa Bersumpah

Pendeta Afrika Akan Dipaksa Bersumpah – Otoritas Afrika Selatan (Afsel) akan memanggil pendeta Alph Lukau setelah video aksinya ‘menghidupkan’ orang mati menjadi viral.

Nantinya, pendeta Lukau akan dipaksa memberikan keterangan di bawah sumpah.

Komisi CRL atau Komisi untuk Promosi dan Perlindungan Hak-hak Komunitas Budaya, sebelumnya menyebut ‘aksi itu direkayasa untuk berusaha mendapatkan uang.

Komisi CRL yang mendapat mandat langsung dari Konstitusi Afsel ini bertugas melindungi dan mempromosikan hak-hak budaya.

Seperti dilansir media lokal Afsel, Mail & Guardian, Rabu (27/2/2019), Ketua Komisi CRL, Thoko Mkhwanazi-Xaluva, menyatakan organisasinya akan memanggil pendeta Lukau yang memimpin gereja bernama Alleluia Ministries International dan memaksanya menyampaikan pernyataan di bawah sumpah.

“Kami pikir ini problematik bahwa orang-orang disebut mati atau setengah mati dan kemudian dihidupkan kembali,” sebut Mkhwanazi-Xaluva dalam press briefing kepada media setempat.

“Di bawah situasi normal, dengan seluruh tuduhan terhadapnya, untuk saat ini, bagi profesi apapun, dia akan dinonaktifkan,” imbuhnya.

Beberapa saat kemudian, pria di dalam peti itu terbangun dan duduk. Para jemaat yang ada di sekeliling pendeta Lukau kagum dengan hal itu.

Namun publik mengecam dan olok-olokan terhadap aksi itu bermunculan di media sosial. Komisi CRL sebelumnya menyatakan akan menyelidiki insiden yang menuai kecaman publik itu.

“Sebagai komisi, kami perlu menyelidiki hingga ke akar masalah ini. Jika kami tidak melakukan itu, orang-orang Afrika Selatan akan teperdaya dan kecerdasan mereka dihina,” ujar Wakil Ketua Komisi CRL, David Mosoma.

“Selama lima tahun ke depan kami akan mendorong regulasi praktisi keagamaan… Parlemen harus melakukan hal yang perlu dilakukan. Harus ada semacam kontrol,” tegasnya.

Baca Juga : Rusia Tuding AS Siapkan Operasi Militer di Venezuela

1 thought on “Pendeta Afrika Akan Dipaksa Bersumpah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *