Orang Tua Aldama Ungkap Perilaku Biadab Taruna Senior

Orang Tua Aldama Ungkap Perilaku Biadab Taruna Senior – Pelda Daniel Pongkala (43) berharap, taruna senior Akademi Teknik Dan Keselamatan Penerbangan (ATKP)
Makassar, Muhammad Rusdi (21) yang kini jadi tersangka tidak bungkam dan membeberkan
siapa saja pelaku tindak kekerasan lainnya yang menjadi penyebab kematian putranya, Aldama
Putra Pongkala.

“Harusnya tersangka ini (Muhammad Rusdi) buka mulut saja. Dari pada diskorsing sendiri
dari sekolah, dipenjara juga. Ungkap saja teman-temanmu, jangan mau dikambinghitamkan
sementara yang lain masih enak-enak belajar. Kamu malah sudah diskorsing dan di dalam
penjara sekarang,” kata Daniel saat ditemui di kediamannya di kompleks perumahan AURI,
Makassar, Minggu, (10/2).

Dia menjelaskan, anak tunggalnya Aldama (19) taruna tingkat I ATKP Makassar meninggal
dunia, Minggu malam, (3/2). Keterangan dari salah satu Pembantu Direktur (Pudir) ATKP
Makassar yang bernama Irfan bahwa putranya meninggal dunia karena terjatuh di kamar
mandi.

Tapi dari luka yang ditemukan mencurigakan seperti bukan karena terjatuh di kamar mandi
sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke polisi. Hasilnya, diduga karena adanya tindak
penganiayaan oleh taruna senior. Dan polisi telah menetapkan Muhammad Rusdi (21), taruna
senior tingkat 2 ATKP Makassar sebagai tersangka.

Meski demikian, Daniel tidak yakin kalau pelakunya hanya satu orang. “Bukan hanya taruna
taruna senior kerap melakukan kekerasan yang menurut saya sudah biadab diterapkan di
institusi pendidikan itu karena dari cerita-cerita orang tua taruna dan taruni lain bahwa salah
seorang Pudir (pembantu direktur)nya pun kerap melakukan kekerasan. Pudir ini marah dan
menghukum taruna atau taruni jika ketahuan telah mengadu ke orang tuanya manakala sudah
dipukul di dalam kampus,” kata Daniel.

Orang Tua Aldama Ungkap Perilaku Biadab Taruna Senior

Antara lain bentuk hukuman yang kerap dialami taruna dan taruni ATKP Makassar, kata
Daniel, seperti dipaksa makan sabun, obat nyamuk autan dijadikan masker wajah, cemilan
coklat yang sudah dilumat taruna-taruna lain hingga jadi bubur harus diminum oleh taruna
yang dianggap melanggar. Jika menolak, penggantinya adalah pukulan. Dan tidak sedikit
taruna atau taruni lebam-lebam tubuhnya karena pukulan.

Orang Tua Aldama Ungkap Perilaku Biadab Taruna Senior

Belakangan juga terungkap kalau, waktu istirahat mulai pukul 22.00 wita itu bagi taruna dan
taruni yunior sebenarnya tidak bisa dimanfaatkan sebaik mungkin karena mereka harus
mengabdi ke senior. Antara lain menyetrika seragam, mengepel, bersihkan kamar mandi
bahkan disuruh memijat. Tak ayal, taruna dan taruni yunior kekurangan waktu istirahat, tidak ada waktu mengulang pelajaran. Dan saat masuk waktu belajar, di saat itulah justru mereka kebanyakan kerap ditemukan tertidur di dalam kelas.

Daniel mengaku sangat menyayangkan pola pendidikan seperti itu ada di sekolah. Dan sangat miris membayangkan hal seperti itu dialami putranya yang kini telah meninggal dunia, diduga karena kekerasan seniornya.

“Memang kuat doktrin tutup mulut ke taruna di sekolah itu. Mereka yang ketahuan orang tuanya ada luka atau semacamnya, pasti tutup mulut dan mengalihkan pembicaraan saat ditanya-tanya. Akhirnya baru terungkap semua kalau ada kasus seperti kasus anak saya,” tutur Daniel.

Baca Juga : Della Perez Jadi Saksi di Kasus Prostitusi

1 thought on “Orang Tua Aldama Ungkap Perilaku Biadab Taruna Senior

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *