Bagi bagi Sembako di Jakut Caleg Perindo Jadi Tersangka

Bagi bagi Sembako di Jakut Caleg Perindo Jadi Tersangka

Bagi bagi Sembako di Jakut Caleg Perindo Jadi Tersangka – Penyidik Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara menetapkan caleg DPRD DKI dari
Partai Perindo sebagai tersangka. Caleg bernama David H Rahardja itu diduga melanggar UU Pemilu terkait pembagian minyak goreng dalam
kampanye.

“Bawaslu mengawal perkara ini untuk tahap selanjutnya, yaitu proses penuntutan guna menjamin kepastian hukum dan keadilan pemilu,” kata Ketua
Koordinator Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakut, Benny Sabdo, dalam keterangannya, Kamis (18/10/2018).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan berdasarkan bukti otentik, olah tempat kejadian perkara, dan keterangan para
saksi. Benny mengatakan kegiatan kampanye David H Rahardja tak disertai pemberitahuan.

Kegiatan pembagian minyak goreng tersebut yang dilakukan David diduga sebagai pelanggaran pemilu karena menjanjikan atau memberikan uang
atau materi lainnnya kepada peserta pemilu. Hal ini diatur dalam Pasal 523 ayat (1) juncto Pasal 280 ayat (1) huruf j UU No. 7 Tahun 2017 tentang
Pemilu.

“Sentra Gakkumdu harus berkomitmen tinggi untuk, pertama mengawal pemilu berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas. Kedua menegakkan
keadilan dan etika publik di dalam pemilu. Terakhir ikut serta melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan berintegritas melalui pemilu yang
jujur dan adil,” ujarnya.

Bagi bagi Sembako di Jakut Caleg Perindo Jadi Tersangka

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu DKI menemukan pelanggaran kampanye oleh caleg DPRD partai Perindo di wilayah Jakut yang diduga
berkampanye dengan membagi sembako dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. David H Rahardja membagikan sembako dan menempelkan stiker
kepada warga pada malam hari di wilayah Cilincing dan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Bagi bagi Sembako di Jakut Caleg Perindo Jadi Tersangka

“Peristiwa itu pada 23 September 2018, dan 25 September itu baru diketahui, Itu kan jatuhnya temuan panwaslu kelurahan Pegangsaan Dua,” ujar
Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, ketika dihubungi detikcom, Kamis (11/10).

Meski sudah masuk masa kampanye, Puadi menemukan dugaan terhadap aktivitas itu. Menurutnya kampanye tersebut tidak ada pemberitahuan dan
membagikan sembako yang merupakan termasuk dalam politik uang karena seolah-olah menggiring pemilih.

“Peristiwa itu pada 23 September 2018, dan 25 September itu baru diketahui, Itu kan jatuhnya temuan panwaslu kelurahan Pegangsaan Dua,” ujar
Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, ketika dihubungi detikcom, Kamis (11/10).

Bagi bagi Sembako di Jakut Caleg Perindo Jadi Tersangka

Meski sudah masuk masa kampanye, Puadi menemukan dugaan terhadap aktivitas itu. Menurutnya kampanye tersebut tidak ada pemberitahuan dan
membagikan sembako yang merupakan termasuk dalam politik uang karena seolah-olah menggiring pemilih.

Kampanye dengan membagikan barang boleh saja menurutnya, asalkan tidak merupakan sembako. Untuk melakukan kampanye menurut Puadi juga
harus ada pemberitahuan sebelumnya ke Bawaslu atau KPU di tingkat kota.

“Yang nggak boleh itu sembako, kalau sembako itu kan sama aja politik uang. Jadi kalau mau dalam bentuk barang dan harganya pun tidak boleh
lebih dari Rp 60.000,” lanjutnya.

Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian

Thanks for reading & have a nice day

Baca Juga : Viral Foto Pramugari Cantik AirAsia

2 thoughts on “Bagi bagi Sembako di Jakut Caleg Perindo Jadi Tersangka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *