Penyebab Penyakit Maag yang Membuat Lambung Anda Terasa Nyeri
Ilustrasi sakit maag

6 Penyebab Penyakit Maag yang Membuat Lambung Anda Terasa Nyeri

Sakit maag atau dikenal pula dengan sebutan dispepsia merupakan masalah umum yang mempengaruhi setidaknya 30% populasi di dunia. Kondisi ini bisa membuat seseorang mengalami ketidaknyamanan di area perut – lebih tepatnya di area lambung yang berupa perasaan kembung, kekenyangan, mual, hingga buang gas.

Dalam kebanyakan kasus, gejalanya bisa kambuh tepat setelah makan atau minum sesuatu. Dikarenakan terdapat berbagai macam makanan yang bisa memperparah keadaan anda saat ini, maka pola makan pun harus dijaga sembari menjalani gaya hidup yang sehat.

Bahkan pengobatannya pun harus dimulai dengan mengubah beberapa pola makan dan gaya hidup tertentu seperti:

  • Menghindari atau mengurangi coklat, bawang merah, bawang putih, dan makanan yang digoreng.
  • Hindari asupan soda. Sebagai gantinya, ganti dengan air putih.
  • Kurangi asupan kafein atau bahkan alkohol.
  • Makan lebih sedikit tapi sering.
  • Makan secara perlahan.
  • Jaga berat badan.
  • Hindari penggunaan pakaian ketat.
  • Tunggu 3 jam setelah makan jika ingin tidur.
  • Angkat kepala anda saat tidur menggunakan 2 bantal sebagai penyangga.
  • Hindari atau bahkan berhenti merokok.

Selain melakukan cara-cara di atas, anda pun harus mengetahui penyebab terjadinya sakit maag yang tengah anda derita saat ini agar kondisi tersebut tidak kembali muncul dan memicu serangan berulang.

Lantas, apa sajakah sih yang bisa memicunya? Dan berikut adalah penyebab anda terkena penyakit maag yang membuat lambung terasa sakit.

Pola Makan yang Buruk

Banyak sekali penelitian yang telah melaporkan bahwa gejala dispepsia dikaitkan dengan asupan makanan seperti bawang, paprika, gorengan, makanan berlemak, alkohol, buah jeruk, dan makanan pedas.

Terutama hindari makanan yang mengandung asam tinggi, seperti buah jeruk dan tomat. Sebagai gantinya – jika anda tetap ingin mengonsumsi buah-buahan maka – pilihlah jenis yang mengandung rendah asam.

Baca juga  Selain Kejang, Berikut 7 Tanda Anda Terkena Penyakit Epilepsi

Sebut saja buah pisang yang malahan dapat membantu mereka yang tengah mengalami penyakit asam lambung dengan cara melapisi lapisan esofagus yang teriritasi dan memerangi ketidaknyamanan.

Karena kandungan serat yang dimilikinya jugalah, pisang dapat membantu memperkuat sistem pencernaan anda sambil menangkal gangguan pencernaan yang kurang menyenangkan.

Merokok

Memang terlihat seperti tidak memiliki hubungan apapun dengan kambuhnya maag anda, tetapi penelitian berkata lain. Faktanya, merokok dapat mendorong lambung anda untuk memproduksi lebih banyak asam, sehingga berpotensi membuat cairan lambung mengalir kembali ke kerongkongan anda.

Kondisi ini akan tambah parah jika anda sudah memiliki kondisi sakit maag atau acid reflux, karena akan membuat aktivitas asam lambung menjadi lebih intens dan merusak perut dengan cara meningkatkan transfer garam empedu dari usus ke lambung.

Tidak hanya itu saja, sifatnya yang merusak juga bisa berkontribusi terhadap heartburn dan tukak lambung, sehingga memperparah kondisi maag anda saat ini. Resiko terkena penyakit baru bernama Crohn juga akan meningkat drastis, sekaligus adanya kemungkinan munculnya batu empedu.

Obesitas

Tidak hanya mengganggu penampilan anda saat ini, kegemukan juga ternyata bisa meningkatkan kemungkinan anda terkena sakit maag yang menyakitkan.

Data epidemiologi sendiri menunjukkan bahwa obesitas memiliki hubungan erat dengan keluhan gastrointestinal kronis, yang seringkali tumpang tindih dengan FGID seperti sindrom iritasi usus besar dan dispepsia.

Ketika seseorang mengalami kegemukan dan berkembang menjadi obesitas, maka akan membuatnya mempertinggi resiko terkena GERD. Disebutkan pula bahwa orang gemuk memiliki resiko hampir tiga kali lebih mungkin terkena heartburn dibandingkan dengan orang berbadan berat normal.

Maka dari itulah, menurunkan berat badan bisa menjadi cara terbaik dalam melawan GERD dan maag. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi asupan kalori harian anda, sembari mengurangi makanan tinggi lemak dan menjalani gaya hidup sehat seperti rajin berolahraga.

Baca juga  Selain Kejang, Berikut 7 Tanda Anda Terkena Penyakit Epilepsi

Stres

Meskipun sebenarnya stres termasuk ke dalam gangguan mental, tetapi bisa berpengaruh secara nyata terhadap kesehatan fisik anda. Kondisi ini bisa dianggap sebagai penyebab utama dari dispepsia non-ulkus.

Dispepsia non-ulkus (NUD – non-ulcer dyspepsia) juga merupakan penyakit maag umum dimana pasien menderita ganggun pencernaan atau gejala lain yang mengarah pada tukak lambung, tetapi anehnya tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan penunjang. Dalam bahasa mudahnya, tidak ada penjelasan strukstural atau biokomia pada penderitanya.

Penggunaan Obat NSAID

Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) atau obat anti radang juga bisa mendatangkan penyakit lain seperti maag. Cobalah anda ingat-ingat kembali, apakah baru-baru ini anda mengonsumsi jenis obat tersebut karena tengah terserang penyakit yang berhubungan dengan peradangan?

Jika iya, kemungkinan besar kambuhnya gejala maag anda disebabkan olehnya. Resiko munculnya gangguan perut anda tersebut tentunya bervariasi tergantung dari jenis dan dosis yang diminum.

Misalnya NSAID berupa ibuprofen dan naproxen yang dapat mempengaruhi prostaglandin dan menyebabkan esofagitis parah serta pendarahan. Sementara pada kasus yang lebih ringan efek sampingnya bisa berupa gangguan pencernaan, heartburn, dan maag.

Menderita Penyakit Tertentu

Jika anda memang sudah mengubah pola makan dan gaya hidup anda menjadi lebih sehat – akan tetapi maag anda tidak kunjung sembuh – bisa jadi terdapat penyakit tertentu yang mendasarinya. Dengan kata lain, maag yang tengah anda rasakan merupakan gejala dari penyakit yang lebih mengerikan.

Adapun beberapa jenis penyakit yang bisa menyebabkan dispepsia diantaranya:

  • GERD, penyakit pencernaan ketika asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan pipa makanan. Tentunya kondisi ini bisa memicu gejala yang mirip seperti dispepsia, atau anda malah terkena dispepsia itu sendiri.
  • Penyakit Tukak Lambung, penyakit yang berkembang di lapisan esofagus, lambung, atau usus kecil.
  • Kanker (Perut atau Lambung), dispepsia seringkali terjadi pada penderita kanker lambung, bahkan pada kanker jinak sekalipun. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 215 penderita kanker lambung, 128 orang diantaranya mengalami sakit maag yang parah.
  • Batu Empedu, ketika ia terbentuk, maka refluks duodenum dapat menjadi faktor terkait yang menyebabkan disfungsi dan kerusakan sel oksiten. Perubahan ini cenderung bisa menyebabkan hiposekresi, serta adanya cairan empedu dan pankreas di perut, sehingga dispepsia dan perut kembung pun tak dapat anda hindari.
  • Sirosis Hati, banyak para penderitanya mengalami keluhan dispepsia. Ulkus peptikum, batu empedu, dan esofagitis adalah penyebab munculnya maag tersebut. Tetapi perlu dicatat bahwa dispepsia fungsional jarang diteliti pada penderita sirosis hati tersebut.
  • Gastritis, merupakan suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan lambung (mukosa), sehingga akan membuat anda merasakan sakit perut, dispepsia, kembung, mual, dan berbagai macam masalah saluran pencernaan lainnya.
  • Hernia Hiatus, sebuah kondisi yang menyerang sistem pencernaan bagian atas, terutama pada individu dengan masalah sensorik kronis dan peristaltik pada saluran pencernaan, seperti dispepsia fungsional.
  • Penyakit Celiac, karena dispepsia diklasifikasikan sebagai gangguan fungsional terkait nyeri perut kronis yang mempengaruhi setidaknya 30% (hampir 40%) populasi, maka bisa pula manifestasi dari penyakit celiac, yaitu suatu enteropati yang dimediasi oleh kekebalan akibat intoleransi terhadap gluten.
  • Sindrom Iritasi Usus, biasanya mengkibatkan dispepsia fungsional yang mendatangkan sejumlah gejala seperti sakit perut, perut kembung, cepat kenyang, begah, dan muntah.
Baca juga  Selain Kejang, Berikut 7 Tanda Anda Terkena Penyakit Epilepsi

Berbeda dengan kelima penyebab di atas, sakit maag yang disebabkan oleh penyakit tertentu harus diatasi dengan menyembuhkan penyakit yang mendasarinya tersebut. Segera periksakan diri anda ke dokter jika diduga bahwa sakit maag anda merupakan manifestasi dari beberapa penyakit yang sudah disebutkan di atas.