belajar saham pemula
(Foto: squarespace-cdn.com)

Tips Belajar Saham Pemula Agar Tidak Buntung

Selain bisnis online, saham juga merupakan salah satu investasi yang banyak diminati. Apalagi saat ini kemajuan teknologi semakin pesat, dukungan akan investasi saham juga semakin tinggi. Namun tidak semua orang mampu dan bisa berkecimpung dalam dunia saham, jika anda masih baru, ada baiknya belajar saham pemula yang mempelajari hal-hal dasar terlebih dahulu.

Saham merupakan instrumen pasar keuangan yang ditandai dengan keikutsertaan seseorang untuk menjadi salah satu pemiliknya. Dengan pengertian lain, ketika anda menanam modal pada suatu badan usaha tertentu, maka anda berhak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan tersebut. Selain itu, dalam kasus tertentu, anda berhak untuk ikut andil dalam menentukan nilai saham yang dimaksud.

Tips Belajar Saham Pemula

Seperti yang dikatakan tadi, ketika ingin terjun dalam dunia investasi saham, anda harus mempelajari hal-hal penting yang mendasar terlebih dahulu. Baru kemudian bisa melanjutkan ke tahap yang lebih sulit, misalnya menganalisa pasar dan juga memprediksi harga dengan melihat beberapa faktor.

1. Cari Pengetahuan Mendalam

Jangan pernah terjun dalam dunia yang tidak anda mengerti dan ragu ketika menjalaninya. Maka dari itu, perlu sekali untuk mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai pa itu saham, bagaimana cara kerjanya, risiko yang akan terjadi dsb.

Karena pasar instrumen yang satu ini cukup luas, ada banyak hal yang perlu dipelajari. Jangan sungkan belajar pada yang lebih senior atau pada ahlinya. Hal itu justru lebih bagus daripada belajar sendiri secara otodidak. Karena risiko utama dari pasar instrumen saham yaitu mengalami kerugian finansial.

Baca juga  NICL Cetak Laba Rp26,3 Miliar Sepanjang Semester I 2021

2. Tentukan Tujuan

Terdapat dua jenis investasi saham jika dilihat dari waktunya, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Untuk itu, anda harus menentukan tujuannya terlebih dahulu. Hal ini penting karena nantinya anda bisa memilih dimana harus menginvestasikan modal anda kepada perusahaan yang tepat.

Sebagai contoh, anda ingin berinvestasi untuk hari tua, maka jenis investasi yang cocok yakni jangka panjang. Sebaliknya, jika ingin membeli sesuatu beberapa bulan kedepan, lebih baik memilih investasi jangka pendek.

3. Tidak Perlu Fokus Nominal

Kebanyakan orang berpikir bahwa investasi saham memerlukan modal yang besar. Tentu saja hal tersebut salah besar karena saat ini banyak juga tersedia saham dengan nominal modal cukup kecil. Bahkan beberapa perusahaan investasi hanya memerlukan 100.000 saja sebagai modal awal.

Maka dari itu, nominal kecil tidak menjadi masalah karena masih bisa digunakan untuk investasi. Namun tentunya, keuntungan yang didapat tidak sebesar nominal yang besar. Hal ini juga harus anda sadari, jangan sampai berpikiran bahwa dengan modal kecil bisa mendapatkan keuntungan besar.

4. Pahami Risiko dan Keuntungan

Pernahkah anda mendengar bahwa saham mempunyai risiko yang besar dan keuntungan yang besar pula? Pastinya sudah tahu dong, karena hal tersebut menjadi salah satu alasan kenapa orang takut berinvestasi, sekaligus alasan banyak orang berinvestasi karena tergiur keuntungan yang didapat.

Sebenarnya, apapun yang dilakukan, pasti memiliki risiko, benar kan? Dalam dunia saham, semakin besar modal yang anda keluarkan, semakin besar pula risiko dan keuntungan yang didapat. Sebaliknya, semakin kecil modal, juga semakin kecil risiko dan keuntungan. Jika bisa disimpulkan, sebenarnya antara risiko dan keuntungan tetap berbanding lurus dengan modal.

Baca juga  Saham Bukalapak Langsung Tembus ARA Saat Perdagangan Perdana di Bursa

5. Investasi Ditempat yang Tepat

Sering mendapatkan tawaran investasi saham melalui email, telepon atau media lain? Pastikan anda pelajari dulu profil perusahaannya, karena tidak sedikit yang sudah tertipu oleh perusahaan investasi bodong. Ingat lurus perbandingan yang selalu lurus diatas, jika ada yang menjanjikan modal kecil dengan keuntungan besar, perlu anda waspadai.

Memilih investasi ditempat yang tepat sangat penting untuk meminimalisir kerugian. Pilih perusahaan yang benar-benar bonafide dengan pengalaman yang sudah lama. Selain itu, jangan pernah melupakan sistem dari perusahaan investasi yang anda pilih.

6. Tahan Emosi

Kesalahan yang sering terjadi dan dialami oleh pemula adalah tidak dapat mengontrol emosi ketika ingin berinvestasi. Hal ini bisa menjadi kerugian besar jika and salah menentukan atau salah dalam memprediksi. Menahan emosi sangat penting, tidak perlu nafsu mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan kerugian.

Kesimpulan

Dari pembahasan singkat diatas, maka kita dapat mengambil kesimpulan, jika ingin belajar saham pemula, ada baiknya menentukan tujuan terlebih dahulu. Namun yang tidak kalah penting yakni mempelajari semua aspek yang berhubungan dengan investasi saham dan memilih tempat yang tepat.