Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar (foto : twitter Pemprov Jatim)

Gubernur Jatim Khofifah Terpapar Covid Lagi, Jangan Lengah Reinfeksi Masih Menghantui

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali terinfeksi virus Corona Covid-19 setelah sebelumnya dinyatakan sembuh pada akhir Januari 2021 silam.

Pada Januari lalu, Khofifah terinfeksi virus SARS-CoV-2 setelah melakukan tes swab pada 1 Januari. Kemudian Khofifah dinyatakan sembuh setelah melakukan isolasi mandiri selama 29 hari. Pada saat itu, Gubernur Jatim yang terpilih sejak 2019 ini diketahui memiliki jadwal yang cukup padat sebelum melakukan tes swab PCR. Sehingga tidak diketahui tertular dari mana.

Berselang 5 bulan dari awal terinfeksi, Khofifah kembali dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab yang dilakukan pada 24 Juni 2021.

Berita terinfeksinya Khofifah ini dikonfirmasi oleh Kepala BPSDM Jawa Timur yang juga merupakan mantan Kepala Biro Humas Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai hari ini.

Menurut Aries, Khofifah tidak mengalami gejala saat ini atau dinyatakan OTG (Orang Tanpa Gejala) setelah menerima hasil positif dari hasil tes Swab PCR kemarin. “Tadi malam beliau swab, hasilnya baru keluar tadi pagi (positif Covid-19). Posisi status OTG,” ujar Aries saat dikonfirmasi hari ini, dikutip dari kompas.com.

Pemrov Jatim juga telah melakukan persiapan untuk menjemput Khofifah yang saat ini berada di Tuban. Terkait agenda Gubernur Jatim tersebut di Tuban, hari ini Khofifah dijadwalkan hadir dalam acara sertijab (serah terima jabatan) Bupati Tuban Aditya Halindra Fatidzky dan Wakil Bupati Tuban Riyadi di Gedung DPRD Kabupaten Tuban. Namun setelah hasil tes Swab yang menyatakan bahwa Gubernur Jatim tersebut positif terinfeksi Covid-19, Khofifah hadir secara online saat berada di hotel.

Kasus reinfeksi atau infeksi ulang Covid sangat jarang terjadi serta masih perlu penelitian lebih lanjut. Namun menurut ahli bukan berarti tidak mungkin terjadi. Dikutip dari suara.com, Asisten profesor epidemiologi di Yale School of Public Health di New Haven, Connecticut, Nathan Grubaugh, mencurigai jika sebagian besar kasus reinfeksi Covid-19 kemungkinan disebabkan oleh sistem kekebalan yang sedang dikompromikan.

Baca juga  Rutinitas Harian Ini Bisa Tingkatkan Imunitas Kamu!

Meskipun sekitar 95% orang yang terinfeksi Virus SARS-CoV-2 mengembangkan antibodi dalam kurun waktu 2 minggu, namun beberapa studi terdahulu menunjukkan tingkat antibodi akan turun dalam beberapa bulan setelah infeksi terjadi. Tetapi beberapa ahli yang lain berpendapat berkurangnya tingkat kekebalan tidak berarti perlindungan di dalam tubuh hilang sama sekali.

foto : ilustrasi varian Covid. Unsplash ©2021 Merdeka.com

Menurut Washington Post yang dilansir suara.com, keparahan infeksi kedua mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • kualitas respon imun terhadap infeksi awal
  • interval antara infeksi (jangka waktu)
  • pentingnya mutasi pada virus yang menyebabkan infeksi berikutnya
  • jumlah virus, atau dosis infeksius, yang terpapar pada seseorang
  • status kesehatan individu yang terinfeksi.

Untuk kasus infeksi ulang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah, ini belum diketahui penyebabnya. Mutasi virus juga dapat menjadi penyebab reinfeksi Covid-19. Mutasi atau perubahan itu dapat membuat virus menghindari antibodi yang sudah terbentuk sebelumnya.

Menurut Kepala Epidemiologi dan Genomik Mikroba di Otoritas Kesehatan Nasional Luksemburg, Joel Mossong, orang yang berisiko mengalami infeksi ulang adalah mereka yang mengalami gejala ringan saat infeksi pertama. Ini mungkin terjadi karena respons antibodi tidak berkembang dengan baik saat infeksi sebelumnya.

Jadi, tetap jaga kesehatan dan terapkan protokol kesehatan ya meskipun dinyatakan telah sembuh dari Covid-19. Apalagi diketahui telah ada kasus positif untuk varian baru virus Corona Delta yang dipercaya lebih menular dari varian awal. Tetap diam dirumah jika tidak ada keperluan mendesak untuk keluar rumah. Sayangi dirimu dan orang disekitarmu. (sumber : kompas.com & suara.com)