Makanan yang Harus Dihindari Saat Diet - Beritapusat

7+ Makanan yang Harus Dihindari Saat Diet

Jakarta – Menurunkan berat badan membutuhkan kombinasi usaha yang bisa dibilang ketat, seperti aktif berolahraga, mengurangi kalori, istirahat cukup dan makan makanan yang bergizi. Kunci utama saat seseorang melakukan diet adalah dengan mengurangi atau menghindari jenis makanan tinggi kalori. Namun, jumlah kalori bukan satu-satunya yang perlu dipertimbangkan. Baiknya Anda juga perlu menyeimbangkan asupan nutrisi lainnya yang kaya akan serat dan protein yang sehat.

Faktanya, saat tubuh hanya diberi makanan rendah kalori namun minim serat dan protein, Anda akan merasa lapar dan ingin makan lagi seakan kebutuhan nutrisi dirasa masih kurang.

Seperti yang diungkapkan oleh Sabrina Chairunnisa, juara 3 Puteri Indonesia 2011 di channel YouTube miliknya bahwa mengatur pola makan saat diet adalah hal yang paling penting.

“Ada makanan yang baik dikonsumsi rutin, ada juga yang harus dihindari supaya berat badan bisa cepat turun.” Ujar artis sekaligus fitness enthusiast ini.

Dengan mengetahui beberapa pantangan makanan saat diet, tujuan untuk mendapatkan berat badan ideal dan sehat bisa terwujud. Setidaknya ada 9 makanan yang harus dihindari saat diet agar proses penurunan berat badan lebih maksimal.

9 makanan yang harus dihindari saat diet

1. Kentang Goreng dan Keripik Kentang

Dua jenis makanan ini memiliki kalori yang sangat tinggi. Kentang goreng dalam satu porsi, jumlah kalori bisa mencapai 300 kkal. Penambahan garam pada makanan ini kerap dilakukan, yang juga menyebabkan kandungan sodium tinggi.

Baca juga  Diet Mayo - Cukup Jaga Pola Makan 13 Hari, Turun 7 Kg

2. Minuman Soda dan Minuman dalam Kemasan

Minuman dalam kemasan seperti teh kemasan, kopi susu, minuman isotonik, energy drink hingga minuman soda adalah termasuk minuman tinggi gula. Minuman manis memang mengandung banyak kalori, tetapi otak Anda tidak mencatat itu baik seperti makanan padat. Kalori pada gula cair tidak membuat Anda merasa kenyang. Sebaliknya, hanya akan menambah kalori diatas asupan normal. Hindari minum minuman seperti diatas, karena tubuh hanya memerlukan air mineral.

3. Roti Putih

Dalam jurnal BMC Public Health terhadap 9.267 orang menemukan bahwa mengkonsumsi 120 gram roti putih per hari dapat berisiko tinggi mengalami kenaikan berat badan dan obesitas 40 persen lebih besar. Sebagai gantinya, Anda yang ingin makan roti bebas gluten dan rendah karbohidrat bisa mencoba dengan roti jagung, roti oopsie atau cloud bread dan roti tepung almon.

4. Permen Batangan

Alih-alih untuk penyegar mulut, ternyata permen mengandung banyak tambahan gula, minyak dan tepung olahan. Permen juga mengandung kalori tinggi dan rendah nutrisi. Satu batang permen yang dilapisi cokelat mengandung sekitar 200-300 kalori. Semakin besar ukurannya, sangat mungkin mengandung lebih banyak kalori. Makanlah sepotong buah atau segenggam kacang sebagai ganti permen batangan.

5. Cookies, Donat dan Pastry

Jenis makanan diatas paling wajib dihindari saat diet. Sodium, gula, kalori dan lemak yang tinggi biasanya terdapat dalam camilan manis ini yang mengakibatkan peningkatan berat badan.

6. Pizza

Makanan cepat saji paling populer ini ternyata sangat tidak sehat. Selain tinggi kalori, pizza mengandung bahan yang tidak sehat seperti tepung putih, daging olahan dan saus pabrik yang terbukti mengandung banyak gula.

7. Es krim

Hindari makan es krim yang sering dijual di minimarket atau supermarket. Jenis es krim tersebut umumnya mengandung kalori, lemak dan gula yang tinggi. Cara mensiasatinya, carilah es krim yang vegan free atau kalori rendah.

Baca juga  10 Tip Diet Keto Teratas untuk Pemula

8. Kopi

Minuman kopi berkalori tinggi sebenarnya tidak lebih baik daripada soda. Kopi mengandung kalori kosong yang mungkin setara dengan makanan utuh. Jika Anda penikmat kopi tetapi sedang mencoba menurunkan berat badan, yang terbaik adalah mengkonsumsi kopi hitam polos dengan menambahkan krim sedikit saja.

9. Makanan Tinggi Gula

Menambahkan gula berlebih dalam setiap makanan dan minuman kerap dikaitkan dengan beberapa penyakit paling serius seperti diabetes.
Makanan tinggi gula tambahan biasanya menyediakan kalori kosong dan tidak terlalu mengenyangkan. Contoh makanan tinggi gula tambahan adalah seperti sereal sarapan, makanan siap saji, granola bar dan yogurt rendah lemak dengan berbagai varian rasa. Berhati-hatilah saat memilih makanan rendah lemak ataupun bebas lemak, karena biasanya produsen menambahkan banyak gula untuk mengganti rasanya saat lemak dihilangkan.